Membudidayakan tanaman obat keluarga di sekitar rumah memberikan kemudahan dalam mendapatkan bahan herbal segar setiap saat. Pembudidayaan tanaman kencur menggunakan tempat penanaman berbahan sintetis sangat efisien diterapkan pada pekarangan yang memiliki intensitas cahaya terbatas. Selain pengolahan rimpang bibit, pemilihan penempatan area teduh rumah yang pas akan melindungi dedaunan kencur yang lebar dari risiko terbakar sinar matahari langsung. Teknik ini terbukti mampu menghasilkan rimpang beraroma kuat dengan kualitas yang sangat baik.
Keberhasilan penanaman tanaman kencur menggunakan pot plastik sangat bergantung pada tingkat ke gemburan media tanam yang disediakan. Campuran tanah topsoil, pupuk kandang sapi yang sudah matang, serta pasir halus dengan perbandingan seimbang sangat ideal untuk pertumbuhan rimpang. Pastikan pot plastik memiliki lubang pembungan air yang cukup agar media tidak tergenang saat penyiraman.
Pilihlah bibit kencur berupa rimpang tua yang sudah memiliki calon tunas menonjol sepanjang satu hingga dua sentimeter. Benamkan rimpang secara mendatar ke dalam media tanam setebal dua hingga three sentimeter dengan posisi tunas menghadap ke atas. Tutup tipis dengan tanah gembur lalu siram air secukupnya untuk merangsang pertumbuhan tunas baru.
Meskipun menyukai lokasi yang terlindung dari terik matahari langsung, kencur tetap membutuhkan pencahayaan samar yang cukup. Tempatkan pot plastik di bawah naungan pohon rimbun, kanopi, atau teras samping rumah yang tenang. Kelembapan udara di area teduh mendukung pembentukan daun kencur yang lebar dan berwarna hijau segar.
Penyiraman dilakukan seperlunya saja, yaitu saat permukaan tanah terasa mulai mengering ketika disentuh jemari. Kelebihan air pada media tanam sangat berbahaya karena dapat memicu serangan jamur busuk rimpang. Pemupukan tambahan dengan pupuk kompos dapat ditaburkan di sekitar pangkal batang setiap satu bulan sekali.
Memasuki usia enam hingga delapan bulan, daun kencur akan mulai menguning dan mengering secara alami sebagai tanda fase dormansi. Pada masa inilah rimpang kencur sudah siap untuk dipanen dengan cara membongkar isi pot secara perlahan. Simpan sebagian rimpang berkualitas baik sebagai bahan bibit untuk siklus penanaman berikutnya.