Penyediaan media tanam kaya hara seperti campuran kompos matang dan tanah lapisan atas merupakan kunci sukses dalam pembudidayaan tanaman rimpang. Sebagaimana halnya teknik menanam tanaman kencur menggunakan wadah teratur, porositas media sangat menentukan kebebasan rimpang untuk membesar di bawah tanah. Struktur tanah yang gembur mempermudah penyerapan air dan nutrisi tanpa memicu genangan yang berpotensi membusukkan calon hasil panen. Perakaran yang tumbuh leluasa akan menopang berdirinya tajuk tanaman secara kokoh.
Pemanfaatan campuran kompos matang dan top soil dengan perbandingan yang seimbang menciptakan ekosistem mikroba tanah yang sangat aktif. Mikroorganisme mengurai bahan organik menjadi bentuk kation yang mudah diserap oleh bulu-bulu akar tanaman temulawak. Selain itu, tekstur remah dari kompos matang mencegah tanah menjadi keras dan padat saat terpapar penyiraman berulang-ulang. Stabilitas struktur tanah menjaga pasokan udara di dalam tanah tetap terpenuhi dengan sangat baik.
Sebelum media dimasukkan ke dalam tempat penanaman, pastikan bahan organik telah terdekomposisi secara sempurna yang ditandai dengan warna gelap dan tidak berbau sengit. Campuran media sebaiknya didiamkan selama beberapa hari terlebih dahulu untuk mengendapkan suhu racun sisa proses pembusukan alami. Sterilisasi sederhana melalui penjemuran di bawah sinar matahari juga bagus untuk mematikan spora jamur patogen. Langkah persiapan ini penting agar bibit temulawak dapat beradaptasi tanpa hambatan.
Drainase wadah penanaman harus diperhatikan dengan membuat lubang pembuangan air berdiameter cukup di bagian dasar pot atau polibag. Penambahan pecahan bata merah atau arang sekam di dasar wadah sangat membantu memperlancar aliran sisa air penyiraman. Tanaman rempah-rempahan sangat peka terhadap kondisi media cair yang tertahan lama di dalam wadah. Pengaturan pembuangan air yang lancar membuat akar terlindung dari risiko serangan kebusukan.
Perawatan lanjutan berupa penambahan porsi kompos berkala diperlukan seiring pertumbuhan vegetatif tanaman yang semakin membesar. Penutupan rimpang yang muncul ke permukaan tanah harus segera dilakukan agar rimpang tidak berubah warna menjadi hijau dan mengeras. Dengan pengelolaan media tanam yang benar dan telaten, kualitas serta kuantitas rimpang obat yang dihasilkan akan sangat melimpah.